Asuransi Jiwa dan Kesehatan untuk Perlindungan Keluarga

Frugal Living vs Naikkan Penghasilan

Sharing is Caring

Seorang pria di Malaysia viral di berbagai media karena rela makan nasi dan garam selama belasan tahun agar bisa beli rumah seharga Rp2 Miliar. Lalu, seorang wanita dari Jepang yang sehari hanya menghabiskan Rp6 ribu untuk makan agar bisa beli tiga rumah juga sempat viral beberapa waktu lalu.

Banyak orang yang kagum dengan kisah tersebut. Tapi tak sedikit juga yang menganggap ini sebagai cara “ekstrem” untuk menabung dan mencapai impiannya.

Cara dan kebiasaan orang untuk mengelola uang dan menabung atau berinvestasi memang berbeda-beda. Nah, kita akan bahas tentang gaya hidup hemat atau frugal living untuk mengelola keuangan hingga mencapai tujuan yang diimpikan. Tapi apa iya kita harus hemat se-ekstrem seperti orang-orang di berita viral tadi? Atau sebaiknya, kita berusaha menaikkan penghasilan saja ya biar uangnya makin banyak? Yuk kita bahas :

Apa Itu Frugal Living?

Sederhananya, frugal living adalah gaya hidup hemat dengan menjadi lebih bijak dan mindful terhadap setiap pengeluaran. Orang yang menerapkan gaya hidup frugal living biasanya berfokus pada tujuan keuangan tertentu di masa depan, misalnya financial freedom. Gaya hidup frugal living ini bisa membantu memprioritaskan pengeluaran mana yang penting dan mana yang tidak perlu.

Cara Menjalankan Frugal Living

Selain mencatat pengeluaran dan juga melakukan budgeting secara rutin, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menerapkan frugal living seperti:

  • Memanfaatkan promo atau diskon

Dengan memanfaatkan promo atau diskon sebelum membeli sesuatu, tentu akan membantumu untuk berhemat dalam memenuhi kebutuhan. Tapi ingat, bukan berarti membeli barang secara impulsif hanya karena promo ya! Perhatikan baik-baik, apakah barang dengan promo tersebut memang diperlukan atau tidak.

  • Menaikkan alokasi untuk nabung dan investasi

Karena dengan hidup berhemat, kamu berpotensi menyisihkan uang lebih banyak lagi. Dengan begitu, kamu bisa menambah alokasi untuk investasi supaya makin fokus mencapai tujuan keuangan.

  • Beli barang secondhand atau bekas

Nggak ada salahnya kok beli barang secondhand. Karena yang penting adalah fungsi barangnya. Jika mencari dengan cermat, bisa saja kamu menemukan barang yang masih fungsional dengan kualitas baik dan  harga yang terjangkau. Jadi kamu bisa menghemat pengeluaran dan ada sisa uang tambahan untuk disisihkan sebagai investasi!

  • Membandingkan harga dan value

Sebelum membeli sesuatu, coba pertimbangkan dengan baik harga dan value atau nilainya. Misalnya nih, kamu ingin beli sepatu. Selain membandingkan harga yang terjangkau, kamu juga perlu melihat value seperti dari segi kualitasnya. Kira-kira sepatu tersebut bisa digunakan dalam waktu lama atau tidak. Sehingga akhirnya bisa dapat harga dan kualitas terbaik. Kalau barangnya awet, kamu nggak perlu beli-beli lagi yang justru bikin jadi boros.

 

Pro & Cons dari Frugal Living 

Kelebihan atau manfaat dari gaya hidup frugal living:

  • Memungkinkanmu untuk menghemat uang lebih banyak.

Frugal living mendorongmu untuk bisa mengatur keuangan secara efisien sehingga bisa berhemat dan mencegah pengeluaran lebih besar daripada penghasilan. Dengan memiliki gaya hidup hemat dan yang penting bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, maka semakin besar peluang menyisihkan uang untuk diinvestasikan.

  • Menjadi lebih bijak dan mindful terhadap setiap pengeluaran 

Dari segi mindset, menerapkan frugal living bisa membantu untuk mengenali prioritas keuangan. Mana pengeluaran yang penting dan apa yang bisa kita pangkas atau bahkan dihindari dari daftar pengeluaran. Jadi kita bisa lebih fokus dengan tujuan keuangan.

Kekurangan gaya hidup frugal living:

  • Hemat ada batasnya

Memiliki gaya hidup hemat memang baik. Tapi bagaimanapun juga, tetap ada batasan. Misalnya, mungkin ada pengeluaran yang bertambah seiring berjalannya waktu seperti untuk kesehatan atau pendidikan anak jika sudah berkeluarga. Lalu juga ada faktor inflasi dari waktu ke waktu, sehingga total pengeluaran kemungkinan juga meningkat. Jika terus berhemat tapi penghasilan tidak bertambah, bisa jadi akan lebih sulit atau butuh waktu lebih lama untuk mencapai tujuan keuangan dengan target dana yang besar.

  • Pilihan jadi terbatas dan kurang fleksibel

Karena harus berhemat, pilihan pun jadi terbatas. Sebab kita cenderung mencari barang dengan harga yang terjangkau agar bisa disesuaikan dengan budgeting yang sudah disusun. Hal inilah yang membuat kita jadi kurang fleksibel dalam menggunakan uang.

Bagaimana dengan Meningkatkan Penghasilan? 

Cara lain untuk mencapai tujuan keuangan adalah dengan meningkatkan penghasilan. Karena jika penghasilan meningkat, biasanya semakin banyak dana yang bisa kita kumpulkan dan diinvestasikan. Meningkatkan penghasilan bisa berbagai cara, misalnya dengan naik jabatan supaya bisa naik gaji, mencari pekerjaan lain dengan gaji lebih tinggi, atau solusi yang paling disukai yaitu membuka bisnis

Kesimpulan: Lalu Pilih Mana, Frugal Living atau Naikin Penghasilan?

Baik frugal living dan meningkatkan penghasilan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Jadi coba sesuaikan saja dengan budget, kebutuhan, dan juga kebiasaan pengeluaran (spending habit) masing-masing. Tapi nih, kamu juga bisa lho mengombinasikan frugal living dan meningkatkan penghasilan! Jadi sambil menjalani hidup hemat, kamu juga bisa berusaha untuk upgrade penghasilan!

Nah tantangan dari upgrade penghasilan adalah, bingung memilih cara bagaimana. Mau bisnis, tapi kepentok di modal.
nah aku ada solusi buat kamu yang kepentok modal, bisnis dengan modal sangat kecil tapi memiliki potensi Income Milyaran dalam waktu 2 tahun.Menarik kan?

Yuk hubungi aku sekarang ya…

Hubungi Saya

Cristine Liman

error: Content is protected !!