fbpx

Kisah Sukses Agen Asuransi Allianz

Agen Asuransi Allianz di Jakarta Barat
20/10/2017
Bagaimana Prosedur Klaim Asuransi Kesehatan Individu Allianz secara Reimboursement
25/10/2017
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Semangat Pagi teman-teman…

Setiap orang tentu mendambakan kesuksesan dalam hidupnya, apapun profesi orang tersebut. Demikian pula profesi di bisnis asuransi, kita belajar pada agen-agen yang sukses dan ingin mengetahui kiat-kiat mereka dalam menuai kesuksesan tersebut.

Dalam sebuah Talk Show M3 (Money Making Meeting)  di APL Tower, ada 3 Narasumber yang membahas mengenai WHY  Life Insurance Business. Life Insurance Business telah mengubahkan hidup mereka from zero to hero.

Mari kita simak catatan talkshow di bawah ini dan belajar dari kesuksesan para agen asuransi yang sudah terbukti.

IMG_20160820_120851_HDR.jpg
Tiga Narasumber dan Moderator (paling kanan)

Dari kiri ke kanan adalah Bpk. Ricky, Bpk. Jamin, Bpk. Samuel, dan sebagai moderator adalah saya sendiri  Cristine Liman.

Kelas Sabtu pagi memang selalu dipenuhi oleh mereka yang baru bergabung, atau mereka yang belum bergabung namun memiliki ketertarikan dengan bisnis asuransi.

Oleh karena itu, dari tiga Narasumber ini akan digali lebih lanjut mengenai bisnis asuransi, mengapa, langkah awal, dan harus bagaimana.

Tiga Narasumber ini memiliki penghasilan 500 Juta per tahun, atau 40-50 Juta rupiah per bulannya.

Berikut ini adalah pertanyaan yang diberikan kepada mereka.

KAPAN KALIAN MEMULAI BISNIS INI? DAN SUDAH MEMILIKI AGEN DIMANA SAJA?

Bpk. Samuel, “Saya memulai di tahun 2008, namun serius menekuninya di tahun 2012 sampai sekarang. Agen-agen saya tersebar diberbagai kota, antara lain Batam, Cimahi.

Bpk. Jamin, “Saya memulai tahun 2009, fokus di tahun 2010. Group saya banyak di Pagar Alam, yaitu sebuah daerah di Palembang, juga ada di Bogor, Jogja, dan banyak di Jakarta.

Bpk. Ricky, “Saya bergabung pertengahan 2008, kalau menjadi nasabah di Allianz sudah sejak tahun 2007. Team saya ada di Jakarta, Sukabumi, dan Jambi.

 

MENGAPA TERJUN DI BISNIS ASURANSI? CERITAKAN LATAR BELAKANG

Bpk Samuel, “Kalau di keluarga saya selalu di didik untuk sekolah – kuliah – kerja, seperti itu, bahkan ayah saya pada waktu itu sudah bekerja 30 tahun. Saya adalah lulusan elektro. Tahun 98 saya mengajar matematika, fisika, kimia, murid-murid saya adalah pelajar SMP SMA, income saya saat itu mencapai 4 Juta per bulan.

Tahun 2002 saya merintis toko komputer di Mangga Dua Mall selama 2 tahunan, yaitu sebagai Store Manager. Dan kalau melihat usaha toko komputer saat itu, Sabtu Minggu malah merupakan hari paling ramai, jadi Sabtu Minggu tetap buka.

Kalau melihat trend saat ini, malahan semua sekarang sudah ke arah online, toko konvensional sekarang bersaing dengan toko online. Repot juga ya?

Ditambah lagi, sekarang pengguna komputer sudah tidak terlalu banyak, karena mayoritas beralih ke gadget yang lebih sederhana, seperti tab atau smartphone.

Tahun 2007-2012, saya kerja di farmasi. Selain itu saya juga ikut MLM.

Mengapa saya ikut di bisnis ini? Karena saya bandingkan polis asuransi saya yang di perusahaan sebelumnya dengan polis asuransi di Allianz, JAUHHH SEKALI bedanya.

PREMI SAMA = UP 6 KALI LIPAT LEBIH BESAR.

Beneran loh 6 kali lipat!

Berhubung saya kenal dengan agennya, yaitu Pak Sonny, maka saya coba ikut jalankan bisnisnya, yaitu ikut dengan Pak Adi, leader saya yang sebelumnya di MLM juga.

 

Pak Jamin, “Saya bekerja sebagai karyawan internal audit 6 tahun, kemudian menjadi agen properti selama 9 tahun.

Mengapa saya terjun di bisnis asuransi ini? Karena saya ingin merubah ke hidup yang lebih baik.

Sewaktu masih menjadi karyawan saya melihat teman saya yang sudah bekerja 15 tahun, langsung saya membayangkan apa jadinya saya 20 tahun mendatang.

Tanpa melakukan perubahan saya tidak akan bisa mencapai impian saya.

Bisnis di asuransi ini adalah bisnis tanpa modal, tanpa resiko dan bantu orang.

Bantu orang itulah yang menjadi alasan kuat saya.

Tahun 2011 saya bisa beli mobil saya yang pertama. Tahun 2014 saya bisa beli mobil saya yang kedua.

 

Bpk. Ricky, “Sebelumnya saya adalah Guru Bimbel, saya lulusan teknik komputer tahun 2005. Saya bukanlah orang yang tanpa pilihan, saya lulus dengan Cum Laude, IPK 3.52. Apabila saya bekerja, gaji saat itu bisa minimal 4 Juta saya dapatkan.

Namun alasan saya cuma satu, IMPIAN.

Saya melihat orang tua saya tetap bekerja walau sudah memasuki usia pensiun. Banyak orang bilang bekerja supaya tidak cepat pikun. Tapi yang saya lihat adalah orang tua saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kalau saya memutuskan bekerja untuk orang lain, maka saya akan seperti orang tua saya.

Jadi saya terjun disini bukan karena no choice, tapi yang saya pikirkan adalah:

  • Kerja itu ujung-ujungnya BERHENTI atau DIBERHENTIKAN
  • Usaha juga ujung-ujungnya buka toko di Glodok

Lalu mengapa Allianz?

Karena saya tau yang saya inginkan, yaitu penghasilan yang BESAR, AMAN, SUSTAINABLE, REPEAT INCOME.

 

IMG_20160820_120854_HDR

LALU BAGAIMANA LANGKAH AWAL MEMULAI BISNIS INI?

Bpk. Samuel, “Saya menjalani di tahun 2008-2012 secara part time, jadi saya pakai waktu pulang kerja dan weekend saya dengan sepenuh hati.

Saya adalah orang yang penuh dengan integritas, sewaktu jam kantor, tidak saya pakai untuk pekerjaan lain selain pekerjaan kantor.

Karena orang beli polis di kita juga karena percaya kan? Kalau saya mencuri waktu kantor, maka orang akan mempertanyakan integritas saya.

Kalau orang sudah dikenal dengan attitude yang kurang bagus itu sulit mendapat hasil yang baik.

Saya memulai segalanya dengan sebaik mungkin, yaitu Give Our Best. Persiapan diri dengan baik, penampilan yang baik, bahkan pengetahuan produk yang baik. Artinya memperlengkapi diri dengan baik.

 

Bpk. Jamin, “Step awal adalah harus memiliki Goal atau Fokus yang kuat. Baru mulai dengan aktivitas, how-nya, dan monitoring.”

 

Bpk. Ricky, “Step awal saya mulai dari MINDSET.

Karena saya sudah melihat ini adalah bisnis yang TIDAK PAKAI MODAL BESAR, sehingga TIDAK ADA RESIKO.

Kalau laku, artinya profit, tidak ada kata rugi, yang ada hanyalah profit.

Lalu yang penting adalah : YAKIN bahwa produknya berguna bagi banyak orang.

Plus, di bisnis ini ADA YANG BANTUIN.

Coba kalau kita cari orang sukses, contohnya Salon Rudi, kita ketemu dengan si pemilik salon dan bertanya gimana cara dia untuk sukses, apakah mau dia ajarin kita dan bantuin kita sampai sukses?

Lalu yang paling penting : BERANI MELANGKAH !

Inilah yang paling penting, karena semua akan percuma kalau tidak ada action, bikin janji aja tidak mau, sharing aja tidak mau, tapi mau sukses, tidak masuk akal.

KOMITMEN, ini langkah selanjutnya. Jangan cuma KOMAT KAMIT, tapi HARUS KOMITMEN. Ada yang satu bulan kelihatan aktif, bulan berikutnya tidak aktif, ini namanya bukan komitmen.

 

OKAY, TARGET TERDEKAT AGEN BARU (BE) ADALAH MENJADI SEORANG BP / LEADER. LALU BAGAIMANA CARA DUPLIKASI BP YANG BERKUALITAS ?

Bpk. Samuel, “CARI Agen SEBANYAK MUNGKIN, saya yakin akan ada leader berkualitas di dalamnya.

Kita beruntung di Busster ini sudah ada sistem, jadi kita rekrut agen baru, lalu kita ‘cemplungkan’ saja ke sistem.

Lalu kita BINA HUBUNGAN, dan yang pasti harus TULUS sama orang.

 

Bpk. Ricky, “Sebagai BP, yang diperlukan adalah ‘memakai topi BP’ yaitu memiliki mindset sebagai seorang pebisnis.

Punya pemikiran bahwa ini adalah bisnis pribadi kita, dan kita bukanlah seorang karyawan yang mengerjakan bisnis orang lain.

Contohnya adalah kita menganggap kita sebagai indomaret, yang harus punya cabang banyak di seluruh kota. Maka kita harus memikirkan bagaimana cara mengembangkan leader-leader di bawah, TARGET dan OMZET.

Kemudian kita UPGRADE LEADERSHIP dalam diri kita.

 

OKAY, TERIMA KASIH KEPADA NARASUMBER, BPK. SAMUEL, BPK. JAMIN, DAN BPK. RICKY.

 

Untuk menutup, berikut ini adalah rangkumannya:

  • Tuliskan WHY-nya, karena GOAL-nya harus jelas dan FOKUS harus kuat.
  • Part time tidak menjadi masalah, yang penting FULL HEART.
  • MINDSET: Ini adalah BISNIS saya. Kerja kantoran itu bukan bisnis saya.
  • Apabila merasa stuck: BANGKIT LAGI.
  • Ada masalah = ada solusi.

 

Quote yang cukup menarik, saya mengutip quote ini dari seorang inspirator saya yaitu Ibu Esra Manurung :

“Bahkan seekor siputpun masih ada sampai hari ini, walaupun siput itu pelan namun siput tidak tertinggal di Bahtera Nabi Nuh. Mengapa? karena siput itu terus melangkah”

Siapapun bisa menjadi sukses seperti ketiga Narasumber tersebut, selama kita NEVER GIVE UP.

IMG_20160820_123817_HDR

Semoga artikel kali ini bisa menggugah teman-teman yang masih bimbang dan mau berubah ke arah yang lebih baik.

Salam sukses!

Cristine Liman

0815-900-8573


Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *